Kabar Nahdliyin Tulungagung

Sudah Tobat, Tapi Masih Maksiat

Gus Baha : Tips menghindari Maksiat
Sudah Berusaha Tobat Tapi Masih Maksiat Lagi? Ini Kunci Solusinya

Pertanyaan yang sering kali menggelayut di benak banyak orang adalah: “Bagaimana cara menghindari maksiat dan istiqomah dalam ketaatan, padahal kita sudah berusaha tobat tapi nyatanya masih sering terjerumus lagi?”


Menanggapi hal tersebut, Gus Baha memberikan pandangan yang sangat mendalam, rasional, dan membumi. Berikut adalah poin-poin penting dari penjelasan beliau yang bisa kita tonton di Facebook ini:

1. Akar Masalahnya: Keliru Menilai Arti "Kesenangan"

Kesalahan terbesar selama ini adalah menganggap maksiat itu pasti menyenangkan, sedangkan taat atau ibadah itu tidak menyenangkan. Karena pandangan keliru inilah, seseorang yang sedang bosan atau mencari pelarian akhirnya kembali mencari kesenangan melalui jalan maksiat, meskipun sebelumnya ia sudah berniat tobat.

2. Solusinya: Biasakan Menikmati Ketaatan

Gus Baha menjelaskan bahwa orang yang berakal adalah orang yang tahu bagaimana cara menikmati sesuatu yang baik. Untuk melawan candu maksiat, kuncinya adalah membiasakan diri menikmati ketaatan dan kebaikan.

Sebagai contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mengurus anak, berkumpul dengan keluarga, atau bersilaturahmi dengan teman-teman dalam kebaikan sering kali dianggap sepele oleh sebagian orang.

  • Padahal, jika momen-momen ketaatan dan kebaikan tersebut dinikmati dan disyukuri secara maksimal, porsi kebahagiaannya bisa jauh lebih besar daripada kesenangan maksiat yang sifatnya semu.

3. Mengalihkan Sumber Kebahagiaan ke Jalan yang Diridhai

Pada dasarnya, orang melakukan maksiat karena mereka sedang mencari rasa senang.

  • Jika seseorang sudah terbiasa menemukan kebahagiaan dan kenyamanan dalam ketaatan—seperti nikmatnya beribadah, harmonisnya keluarga, atau indahnya kebaikan—maka ia tidak akan lagi melirik atau membutuhkan kesenangan yang bersumber dari kemaksiatan.

  • Inilah alasan mengapa para kekasih Allah (para wali) terdahulu begitu menikmati ibadah hingga merasa berat untuk berhenti, karena mereka telah merasakan “kesejukan hati” yang sejati di dalam ketaatan.

Kesimpulan: Maksiat kehilangan daya tariknya ketika seseorang sudah menemukan kenikmatan yang lebih besar dalam ketaatan. Maksimalkan rasa syukur dan nikmati setiap proses kebaikan dalam hidup Anda, niscaya keinginan untuk bermaksiat akan tersingkir dengan sendirinya.

Semoga Bermanfaat

Tim Kanata
Kabar Nahdliyin Tulungagung

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama